SELAMAT DATANG DI BLOG SMA NEGERI 2 KEFAMENANU

ARTIKEL

SAMBUTAN UPACARA BENDERA 28 Mei 2012 Oleh Maximus Abainpah, S.Pd.pdf
Profesional Guru.pdf.
 
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 2 KEFAMENANU
TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013

  A.    KETENTUAN UMUM
1.        Peraturan Akademik SMA Negeri 2 Kefamenanu adalah semua peraturan yang mengikat elemen-elemen di dalam sistem pelaksanaan pendidikan
2.       Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian dan pelajaran, serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 2 Kefamenanu
3.  Kurikulum tingkat satuan pendidikan SMA Negeri 2 Kefamenanu adalah  kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh warga SMA Negeri 2 Kefamenanu.
4.     Standar Kompetensi (SK), merupakan ukuran kemampuan minimal yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan dari suatu materi yang diajarkan
5.   Kompetensi Dasar (KD) , merupakan penjabaran SK peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan SK peserta didik
6.       Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
7.  Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berfikir dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dimiliki oleh peserta didik
8. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan
9.       Kurikulum di SMA Negeri 2 Kefamenanu dikelompokkan dalam 5 (lima) kelompok yaitu:
a.      kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
a.      kelompok mata pelajaran kewarganegaraan   dan kepribadian;
b.      kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
c.        kelompok mata pelajaran estetika;
d.      kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
10.   Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia adalah Kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
11.      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
12.    Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tekhnologi adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.
13.    Kelompok mata pelajaran estetika adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis
14.    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

B.     PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
1.               Proses pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran
2.              Satu tahun pelajaran terdiri dari dua semester
3.              Jumlah minggu efektif untuk proses pembelajaran dalam satu tahun adalah 38 minggu
4.              Satu minggu  terdiri dari 42 jam pelajaran
5.              Satu jam pelajaran setara dengan 45 menit
6.              Setiap hari sebelum PBM berlangsung selama 15 menit (07.00 – 07.15) dilaksanakan apel pagi dan 15 Menit setelah PBM dilaksanakan apel siang.
7.              Waktu belajar diatur sebagai berikut
 
Jam Pel Ke
Senin
Jam Pel Ke
Selasa, Rabu, Kamis
Jam Pel Ke
Jumat
Jam Pel Ke
Sabtu
Upacara
(07.00 – 08.00)
Apel pagi
 (07.00 – 07.15)
Apel pagi
(07.00 – 07.15)
Apel pagi
(07.00 – 07.15)
1
08.00 – 08.45
1
07.15 – 08.00
1
07.15 – 08.00
1
07.15 – 08.00
2
08.45 – 09.30
2
08.00 – 08.45
2
08.00 – 08.45
2
08.00 – 08.45
3
09.30 – 10.15
3
08.45 – 09.30
3
3
08.45 – 09.30


4
09.30 – 10.15
4

4
09.30 – 10.15
Ist
10.30 – 11.15
Ist
10.15 – 10.30


Ist
10.15 – 10.30
5
11.15 – 12.00
5
10.30 – 11.15
5

5
10.30 – 11.15
6
12.00 – 12.45
6
11.15 – 12.00
6

6
11.15 – 12.00
7
12.45 – 13.30
7
12.00 – 12.45
7

7
12.00 – 12.45


8
12.45 – 13.30
8

8
12.45 – 13.30
 C.    TATA TERTIB DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM)
1.        Peserta didik  wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran untuk setiap   tingkat.
  •  Setiap peserta didik  wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan ( di luar kelas ) sesuai karakteristik mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap Mata Pelajaran.
  • Siswa dilarang meninggalkan kelas tanpa seijin guru mata pelajaran.
  • Siswa dilarang menerima tamu pada saat PBM berlangsung.
  • Kehadiran peserta didik dan guru lebih dari 90 %
  • Selama PBM berlangsung HP dalam posisi silent bagi guru dan Siswa dilarang menggunakan HP di Sekolah.
  • Guru sebelum melaksanakan PBM, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran harus ditandatangani oleh Kepala Sekolah.
  • Guru melaksanakan proses penilaian selama PBM berlangsung.
  • Guru wajib mengisi kartu kontrol PBM.

D.    KEHADIRAN PESERTA DIDIK
Persyaratan minimal kehadiran peserta didik dalam mengikuti pelajaran dan tugas dari guru untuk masing-masing pelajaran adalah sebagai berikut;
1.      Persentase minimal kehadiran peserta didik  dalam mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian (mengikuti ulangan) adalah 90 % dari kehadiran wajib.
a. Siswa yang tidak hadir karena sakit wajib memberikan surat sakit yang diketahui/ditandatangani oleh orang /wali siswa.
b.    Siswa yang sakit lebih dari 3 hari wajib menyerahkan surat keterangan sakit dari dokter/petugas kesehatan yang berwenang.
c. Siswa yang ijin dengan alasan yang tidak dapat dihindari harus dapatmenginformasikan secara lisan kepada wali kelas atau kepada para Wakasek atau kepada Kepala Sekolah.
d.   Siswa yang sakit atau tidak hadir disekolah karena alasan tertentu tetapi tidak disampaiakn kepada pihak sekolah maka siswa tersebut dinyatakan alpa.
e.       Siswa yang alpa berturut-turut  dan tidak berturut-turut serta bolos berturut : 
        *  Dua (2) hari efektif, diberikan peringatan tertulis I (panggilan orang tua). 
      *  Empat (4) hari efektif, diberikan peringatan tertulis kedua (panggilan orangtua). 
      *  Enam (6) efektif, diberikan peringatan tertulis terakhir (panggilan orang tua)
     *  Tujuh (7) hari efektif (alpa lagi 1 hari) sesudah peringatan terakhir, siswa tersebut    dikembalikan kepada orang tua.
f.     Siswa yang meninggalkan kelas sebelum pelajaran berakhir tanpa alasan maka dinyatakan tidak hadir pada mata pelajaran yang tidak diikutinya. Apabila terjadi selama 3 kali baik secara berturut-turut maupun tidak dalam sebulan, maka yang bersangkutan dikembalikan kepada Orang tua.
2.   Untuk dapat diikutsertakan dalam proses penilaian (ulangan) peserta didik yang kehadirannya kurang dari 90% wajib mengerjakan tugas mata pelajaran  dari guru yang bersangkutan
3.   Peserta didik yang kehadirannya kurang dari 90% dan telah mengerjakan tugas mata pelajaran  dari guru yang bersangkutan diikut sertakan dalam proses penilaian (ulangan) dan ditempatkan di ruang khusus
E.     PENILAIAN
1.  Penilaian pendidikan adalah proses`pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik
2.       Penilaian di SMA Negeri 2 Kefamenanu didasarkan pada prinsip-prinsip:
a. Sahih (valid), berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur;
b.    Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;
b.      Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik, dan tidak membedakan latar belakang sosial-ekonomi, budaya, agama, bahasa, suku bangsa, dan jender;
c.   Terpadu, berarti penilaian merupakan komponen yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
d.  Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan; 
e.   Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik;
f.        Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan 
      mengikuti langkah-langkah yang baku;  
g. Menggunakan acuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan;
h.   Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

3.       LINGKUP PENILAIAN
a.      Penilaian yang dilakukan adalah penilaian berbasis kelas.
b.      Lingkup   penilaian   meliputi  3 (tiga)   ranah  atau  aspek yaitu ;  Pemahaman  dan  Penerapan   Konsep  (PPK) / aspek kognitif,  Praktek  (aspek psikomotorik), dan  Minat/ sikap (aspek afektif)
c.     Aspek PPK (kognitif)   berkaitan   dengan   pengetahuan dan kemampuan   intelektual.  Nilai mata  pelajaran dari aspek ini dinyatakan dengan bilangan 0 – 100
d.   Aspek  Praktik(psikomotorik)  berkaitan   dengan     kesanggupan  untuk                  melakukan   berbagai aktivitas. Kemampuan pada aspek ini antara lain meniru, mengatur, melakukan dengan  bimbingan,  melakukan  dengan  baik, melakukan   dengan   sangat  baik, menemukan, menganalisis dan menyimpulkan. Nilai   mata  pelajaran  dari  aspek ini  dinyatakan  dengan  bilangan     0 – 100.
e.       Aspek minat  atau  sikap  berkaitan  dengan perkembangan minat, sikap,  motivasi dan nilai-nilai, serta perkembangan  apresiasi dan pengambilan  keputusan sesuai dengan   tuntutan     Kurikulum.  Nilai mata   pelajaran dari  aspek   ini  dinyatakan dengan  huruf,  A (Amat Baik),  B (Baik), C  (Cukup)  dan  D (Kurang).
ª      A = 85 – 100
ª      B = 75 – 84
ª      C = 65 – 74
ª      D = 55 – 64
ª      E = ≤ 54

4.    PELAKSANAAN PENILAIAN PADA ASPEK PPK
a.      Penilaian    pada   aspek   PPK   dilakukan   melalui ulangan dan Ujian akhir.
b.      Dalam satu semester dilakukan 3 (tiga) kali ulangan yaitu Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ulangan Akhir Semester
c.        Pada  akhir   program   pendidikan dilaksanakan Ujian Akhir.  Materi   ujian akhir adalah   Materi   yang   diajarkan    di kelas  X,    XI  dan  XII,    atau       sesuai dengan   Standar   Kelulusan   (SKL).
d.  Ulangan Harian  adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 1 – 2 Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
e. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
f. Ulangan Akhir Semester adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
g.    Ujian akhir adalah suatu kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar
5.      Ketentuan Pelaksanaan Ulangan dan Ujian
1.        Pelaksanaan Ulangan Harian
a. Ulangan Harian dapat dilakukan oleh setiap guru mata pelajaran setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran satu kompetensi dasar.
b. Semua siswa wajib mengikuti ulangan harian untuk masing-masing mata pelajaran.
c.   Siswa yang tidak mengikuti ulangan harian pada KD tertentu karena alasan tertentu, wajib menghubungi guru mata pelajaran untuk mengikuti ulangan susulan. Apabila tidak mengikuti ulangan susulan karena kelalaian maka dinyatakan tidak memiliki nilai ulangan harian pada KD tersebut dan berdampak buruk pada nilai hasil belajar (nilai Rapor).
d.     Siswa yang tidak mengikuti ulangan harian tanpa alasan tertentu dengan inisiatif sendiri  dapat menghubungi guru mata pelajaran guna mendapatkan pelayanan.
e. Bagi siswa yang ulangan hariannya tidak mencapai KKM wajib mengikuti remedial. Sedangkan siswa yang sudah mencapai KKM dapat mengikuti pengayaan.
2.       Pelaksanaan ulangan tengah semester
a.      Waktu pelaksanan ujian tengah semester sesuai kalender pendidikan.
b.  Semua Peserta didik wajib mengikuti ulangan tengah semeser untuk masing-masing mata pelajaran.
c.  Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan tengah semester pada mata pelejaran tertentu karena alasan tertentu, wajib menghubungi guru mata pelajaran untuk mengikuti ulangan tengah semester susulan. Apabila tidak mengikuti ulangan tengah semester susulan karena kelalaian maka dinyatakan tidak memiliki nilai ulangan tengah semester pada mata pelajaran tersebut.
d.    Peserta didik yang mengikuti ulangan tengah semester adalah peserta didik yang telah menyelesaikan seluruh kewajibannya.
e.  Peserta didik yang alpa lebih dari 25% dalam satu mata pelajaran, tidak diperkenankan untuk mengikuti ulangan tengah semester mata pelajaran yang bersangkutan.

3.       Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester
a.      Waktu pelaksanan ulangan akhir  semester sesuai kalender pendidikan.
b.   Semua Peserta didik wajib mengikuti ulangan akhir semeser untuk masing-masing mata pelajaran.
c.      Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan akhir semester pada mata pelejaran tertentu karena alasan tertentu, wajib menghubungi guru mata pelajaran untuk mengikuti ulangan akhir semester susulan. Apabila tidak mengikuti ulangan akhir semester susulan karena kelalaian maka dinyatakan tidak memiliki nilai ulangan akhir semester pada mata pelajaran tersebut.
d.  Peserta didik yang alpa lebih dari 25% dalam satu mata pelajaran, tidak diperkenankan untuk mengikuti ulangan akhir semester mata pelajaran yang bersangkutan.
e.       Peserta didik yang dimaksuf pada point d dengan sendiri dinyatakan tidak naik kelas.

F.      KETUNTASAN BELAJAR
a.      Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk  masing masing  mata   pelajaran  ditentukan oleh  guru    melalui    Musyawarah   Guru  Mata  Pelajaran   tingkat  Sekolah  ( MGMPS ).
b.  Nilai suatu mata pelajaran telah mencapai ketuntasan, jika nilai Kompetensi Mata Pelajaran tersebut telah mencapai KKM, dan nilai sikap atau minat   minimal   cukup  (C),    khusus untuk mata pelajaran agama atau  akhlak mulia dan budi pekerti nilai sikap minimal baik (B)
c. Nilai KD diperoleh dari Nilai harian yaitu 40% Ulangan harian (UH), 30% Penugasan Terstruktur (PT), 30% Kegiatan Mandiri Tidak terstruktur (KMTT).
d. Jika tugas yang diberikan hanya Penugasan Terstruktur (PT) atau Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) maka Nilai KD adalah Ulangan Harian 60% ditambah Penugasan Terstruktur / KMTT 40%.
e. Nilai Rapor diperoleh dari rata-rata nilai KD dikali 50%, nilai UTS 25% dan UAS 25%
Keterangan:
Nilai Kompetensi = rata-rata nilai Standar Kompetensi (SK)
Nilai SK  =  rata- rata nilai Kompetensi Dasar (KD)
Nilai KD = rata-rata nilai Indikator            

G.     REMEDIAL DAN PENGAYAAN
1.  Peserta didik yang dalam ulangan harian ada indikator yang nilainya belum belum mencapai KKM wajib mengikuti remedial baik proses maupun tes.
2. Peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM diberi kesempatan mengikuti remedial  maksimal 3 (tiga) kali, dengan nilai yang diperoleh maksimal sama dengan KKM
3.       Setiap peserta didik wajib menandatangani daftar hadir remedial setiap melaksanakan remedial
4.       Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan setelah diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.
5.       Peserta didik yang telah mencapai KKM perlu diberikan pengayaan oleh guru mata pelajaran.

H.    KENAIKAN KELAS DAN PENJURUSAN
1.        Kenaikan kelas mengacu  kepada  Peraturan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah  Departemen     Pendidikan    Nasional    Nomor; 576/C/KEP/TU/2006.
2.   Peserta didik yang telah 2 (dua) kali berturut-turut tidak naik kelas, tidak diperkenankan lagi untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 2 Kefamenanu, demi mempertimbangkan faktor psikologis peserta didik.
3. Penjurusan peserta didik kelas X ke kelas XI IPA atau IPS, dilakukan dengan mempertimbangkan 3 (tiga) aspek atau unsur yaitu nilai akademik, minat, dan hasil psikotes. Nilai Akademik menjadi prioritas utama
4.       Kriteria Kenaikan Kelas X ke kelas XI  IPA
Peserta didik dinyatakan naik ke kelas XI IPA apabila:
a.   Nilai sikap mata pelajaran agama atau akhlak mulia dan budi pekerti minimal B (Baik)
b.   Nilai sikap seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti minimal C (Cukup)
c.      Nilai mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran 
b.    Mata   pelajaran   yang   belum   mencapai   ketuntasan,   bukan   pada   mata pelajaran ; Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi
c.   Rata-rata nilai kompetensi mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi minimal mencapai KKM.
5.          Kriteria Kenaikan Kelas X ke kelas XI  IPS
Peserta didik dinyatakan naik ke kelas XI IPS apabila:
a.    Nilai sikap mata pelajaran agama atau akhlak mulia dan budi pekerti minimal B (Baik)
b.   Nilai sikap seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti minimal C (Cukup)
c.       Nilai mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran 
d.    Mata   pelajaran   yang   belum   mencapai   ketuntasan,   bukan   pada   mata pelajaran  Ekonomi, Geografi, Sosiologi  dan Sejarah
e.      Rata-rata nilai kompetensi mata pelajaran Ekonomi, Geografi, Sosiologi  dan Sejarah minimal mencapai KKM.

6.       Kriteria Kenaikan Kelas XI IPA ke kelas XII  IPA
Peserta didik dinyatakan naik ke kelas XI IPA apabila:
a.      Nilai sikap mata pelajaran agama atau akhlak mulia dan budi pekerti minimal B (Baik)
b.   Nilai nilai sikap seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti minimal C (Cukup)
c.     Nilai mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran
d.   Mata   pelajaran   yang   belum   mencapai   ketuntasan,   bukan   pada   mata pelajaran ; Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi
e.  Rata-rata nilai kompetensi mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi minimal mencapai KKM.

7.       Kriteria Kenaikan Kelas XI IPS ke kelas XII  IPS
Peserta didik  dinyatakan naik ke kelas XI IPS apabila:
a.      Nilai sikap mata pelajaran agama atau akhlak mulia dan budi pekerti minimal B (Baik)
b.   Nilai sikap seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran akhlak mulia dan budi pekerti minimal C (Cukup)
c.        Nilai mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran
d.      Mata   pelajaran   yang   belum   mencapai   ketuntasan,   bukan   pada   mata pelajaran Ekonomi, Geografi, Sosiologi  dan Sejarah.
e.       Rata-rata nilai kompetensi mata pelajaran Ekonomi, Geografi, Sosiologi  dan Sejarah minimal mencapai KKM.

H.     PERPINDAHAN JURUSAN / PROGRAM

Siswa diberi kesempatan melakukan pindah jurusan/program degan catatan :
a.      Melakukan permohonan yang disetujui oleh orang tua siswa yang bersangkutan
b.      Bersedia mengikuti tes kesempatan pada jurusan/program yang akan ditempuh yang diselenggarakan oleh sekolah dan hasilnya dinyatakan layak
c.        Surat permohonan dilakukan selambat-lambatnya minggu ketiga bulan Agustus   bagi siswa yang dinyatakan layak dapat menempati jurusan/program yang baru dipilih.
d.      Tes penempatan terdiri dari semua mata pelajaran ciri khas jurusan/program yang diminati (pilihan baru)

I.    KELULUSAN
-    Kelulusan mengacu pada kriteria kelulusan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional     Pendidikan.
-         Ketentuan kelulusan mengacu pada PP Nomor 19 tahun 2005 serta Permendiknas Nomor 20 tentang Standar penilaian.
 Pelaksanaan Ujian Sekolah Dan Ujian Nasional
a.      Waktu pelaksanaan UN dan US sesuai dengan kalender pendidikan dan petunjuk teknis dari BSNP serta Kementerian Pendidikan Nasional
b.      Siswa wajib menyelesaikan seluruh program pembelajaran (siswa kelas XII yang tercatat sebagai calon Peserta UN/US).
c.        Siswa memiliki  nilai minimal “baik” pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran, kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan.
d.      Siswa yang tidak mengikuti UN/US karena alasan tertentu dapat mengikuti UN/US susulan sesuai petunjuk teknis dari BNSP (POS UN/US).
J.       HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR
1.  Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa :
a.      Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran Biologi, Kimia, dan Fisika,
b.      Media Pembelajaran
c.    Alat/ perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan Keterampilan
d.      Komputer dan Internet untuk praktek mata pelajaran TIK
e.    Alat praktik (Lab. Bahasa) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
2.       Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam bentuk meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di perpustakaan sesuai prosedur.
3.       Setiap Peserta didik wajib memiliki kartu Perpustakaan.
4.       Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku refrensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi Kurikulum.
5.       Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan, Lab.Fisika, Lab Kimia, Lab.Biologi, Lab.Bahasa, dan Lab.Komputer.

K.      LAYANAN KONSULTASI SISWA
Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik dapat melakukan konsultasi akademik kepada guru mata pelajaran, wali kelas, maupun Bimbingan Konseling dengan jadwal yang telah ditentukan oleh guru masing-masing

L.    LAIN −LAIN
1.  Peraturan akademik ini berlaku untuk tahun pelajaran 2012/ 2013
2.  Hal-hal yang belum ditentukan/ diatur dalam peraturan akademik ini akan diatur kemudian
Peraturan akademik ini ditentukan dalam rapat dewan pendidik pada hari Jumat, tanggal 28 Juni 2012. Jumlah dewan pendidik yang hadir 36 dari 52 dewan pendidik (Daftar hadir terlampir).
                                                                                             
                                                            Ditetapkan di : Kefamenanu
Pada tanggal : 28 Juli 2012
Kepala SMA Negeri 2 Kefamenanu 


Jukundus Toan, S.Pd
NIP. 19690611 199801 1 002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar